. . .

Selasa, 04 April 2017

APRILIANSYAH | Pedoman KKN Kebangsaan 2017


LATAR BELAKANG


Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan intrakurikuler Perguruan Tinggi yang memadukan dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus dalam satu kegiatan. Pada beberapa perguruan tinggi, KKN merupakan bagian integral dari kurikulum pada program strata satu (SI) yang mengintegrasikan pengalaman belajar mahasiswa dengan realitas kehidupan dimasyarakat. Program ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengembangkan soft skill, mematangkan kepribadian guna menumbuhkan jiwa kebangsaan, serta rasa percaya diri dalam mempersiapkan diri menghadapi realitas kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, setiap kegiatan program KKN, dijiwai oleh semangat kerja dan kebersamaan dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan lainnya, guna membantu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang dihadapi oleh masyarakat.
Kegiatan KKN tidak hanya sekedar sebagai aktivitas pengabdian dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat saja, akan tetapi dikembangkan sebagai media efektif bagi mahasiswa untuk melakukan proses pembekalan diri dalam membantu memberdayakan masyarakat, dan termasuk berbagai institusinya. Oleh sebab itu, rangkaian program KKN harus disusun secara terencana, terstruktur, bertahap, serta dirancang dan dipersiapkan secara matang agar mampu melahirkan perubahan-perubahan positif dan berkelanjutan dalam penyelesaian masalah-masalah yang diahadapi oleh masyarakat.
Dalam perkembangannya, banyak perguruan tinggi di Indonesia telah menjadikan program KKN sebagai mata kuliah wajib, karena kegiatan KKN dirasakan sangat memberi manfaat kepada mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti program KKN sebelum menyelesaikan studinya di program strata satu, disemua program studi. Program KKN menjadi kegiatan reguler yang dilaksanakan disetiap semester dengan bobot SKS tetentu, sehingga memudahkan bagi mahasiswa untuk mengikutinya, baik disemester ganjil, maupun disemester gasal dan secara bersamaan dengan kegiatan perkulihan semester di masing-masing program studi. Namun demikian, kegiatan KKN dapat pula dilaksanakan secara khusus diantara dua semester berjalan, sehingga mahasiswa secara khusus, hanya memfokuskan diri mengikuti kegiatan KKN dengan tema-tema tertentu, yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.
Seiring dengan perkembangannya, pelaksanaan KKN, sudah menjadi ajang kegiatan berskala nasional, dimana beberapa perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan KKN di wilayah lokasi perguruan tingginya saja, tetapi juga ke berbagai daerah, provinsi dan kabupaten di Indonesia, termasuk ke wilayah daerah terluar, terdepan dan tertinggal (daerah 3T), dan bahkan ke daerah dan wilayah perbatasan negara. Kerjasama antar perguruan tinggi juga sudah mulai banyak terjalin melalui pertukaran mahasiswa KKN antar perguruan tinggi. Semangat dalam perkembangan dan kolaborasi antar perguruan tinggi tersebut, akhirnya melahirkan gagasan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN), baik diwilayah barat, maupun Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI), untuk menyelenggarakan program KKN bersama yang bertemakan kebangsaan, yang selanjutnya disebut KKN bersama oleh BKS-PTN wilayah barat, dan KKN kebangsaan oleh KPTN-KTI wilayah timur. Gagasan ini kemudian direspon positif oleh Majeleis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), sehingga diusulkan menjadi program nasional yang didukung penuh oleh kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN KEBANGSAAN), adalah program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti bekerjasama dengan MRPTNI yang dilaksanakan setahun sekali secara bergantian oleh BKS-PTN di wilayah barat dan KPTN-KTI di wilayah timur, dengan melibatkan semua perguruan tinggi negeri di tanah air, dan bahkan beberapa perguruan tinggi swasta yang berminat dan memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam buku panduan operasional baku (POB) ini. Dengan demikian KKN Kebangsaan adalah menjadi program nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, jiwa kebangsaan, dan patriotisme mahasiswa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). KKN Kebangsaan menjadi wadah komunikasi, pertukaran ide serta jejaring awal bagi mahasiswa se-tanah air dalam mempersiapkan dan mematangkan diri sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. KKN Kebangsaan diharapkan dapat meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa dan mengenal tanah air Indonesia secara utuh, dan siap mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk semata-mata kepentingan bangsa dan negara secara utuh dan konsisten.

TUJUAN DAN SASARAN

Memperkokoh rasa kebangsaan dan menjadi ajang perekat antar mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan daerah di Indonesia.

Meningkatkan interaksi, pemahaman dan kepedulian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam melakukan Konservasi Lingkungan di Provinsi Gorontalo

Memperkenalkan potensi dan tantangan dalam Konservasi Lingkungan di Provinsi Gorontalo.


KETENTUAN UMUM

  1. Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN-Kebangsaan) adalah kegiatan intra kurikuler perguruan tinggi, yang merupakan bagian terintegrasi dari kurikulum pembelajaran program strata satu (S1), dan memiliki keseteraan nilai dan bobot akademik dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Reguler di perguruan tinggi masing-masing peserta.
  2. Dasar pelaksanaan KKN-Kebangsaan adalah Nota Kesepahaman (MoU) antara perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan KKN-Kebangsaan
  3. Pelaksanaan KKN-Kebangsaan harus sesuai dengan tema khusus yang diajukan oleh perguruan tinggi pelaksana, dan atas persetujuan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
  4. Pelaksanaan KKN-Kebangsaan diselenggarakan setahun sekali, dan dilaksanakan secara bergantian oleh PTN yang tergabung dalam BKS-PTN di wilayah barat, dan PTN yang tergabung dalam KPTN-KTI di wilayah timur
  5. Perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan ditetapkan melalui seleksi proposal yang diajukan oleh BKS-PTN ke Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.Perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan ditetapkan melalui seleksi proposal yang diajukan oleh BKS-PTN ke Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
  6. Penetapan perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan ditetapkan setahun sebelum pelaksanaannya, yaitu pada saat penarikan mahasiswa KKNKebangsaan pada tahun berjalan, sesuai ketentuan dan tata cara penetapannya.
  7. Peserta KKN-Kebangsaan adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat mengikuti KKN sebagaimana diatur oleh perguruan tinggi masing-masing, dan oleh perguruan tinggi asal dinayatakan paling siap secara fisik dan mental dengan prestasi akademik terbaik.
  8. Jumlah keseluruhan peserta KKN-Kebangsaan secara nasional adalah paling banyak 300 mahasiswa, sehingga setiap perguruan tinggi hanya mengusulkan peserta sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh perguruan tinggi pelaksana.
  9. Kegiatan utama KKN-Kebangsaan adalah harus sesuai dengan tujuan pelaksanaan KKN-Kebangsaan, dengan memertimbangkan unsur bela Negara.
  10. Perguruan tinggi peserta KKN-Kebangsaan berkewajiban membiayai transportasi pergi – pulang kepada peserta dari perguruan tingginya
  11. Perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan, dapat mengundang peserta dari perguruan tinggi luar negeri dari negara serumpun dalam jumlah terbatas, sebagai peserta peninjau.

PERSYARATAN UMUM

1. Persyaratan Perguruan Tinggi Pelaksana
  1. Perguruan tinggi yang menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata sebagai mata-kuliah wajib untuk program strata satu (S1).
  2. Perguruan tinggi yang sudah pernah mengikuti KKN-Kebangsaan sebelumnya.Perguruan tinggi yang sudah pernah mengikuti KKN-Kebangsaan sebelumnya.
  3. Perguruan tinggi mengajukan proposal dan dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan oleh Dirjen Belmawa.
  4. Perguruan tinggi yang memiliki jejaring dan kerjasama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, mitra kerja lainnya, dan masyarakat di lokasi KKN-Kebangsaan pada umumnya.
  5. Perguruan tinggi yang menyatakan bersedia mengalokasikan sejumlah dana tambahan pelaksanaan KKN-Kebangsaan dari dana yang disiapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.Perguruan tinggi yang menyatakan bersedia mengalokasikan sejumlah dana tambahan pelaksanaan KKN-Kebangsaan dari dana yang disiapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
2. Persyaratan Mahasiswa Peserta KKN-Kebangsaan
  1. Bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa
  2. Sehat secara fisik dan mental yang ditunjukkan melalui keterangan sehat oleh dokter
  3. Berkelakuan baik, dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan penyalah gunaan obat, narkotika dan kegiatan asusila, yang ditunjukkan melalui surat keterangan Wakil/Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
  4. Telah mengambil atau menempuh mata kuliah minimal jumlah 110 SKSTelah mengambil atau menempuh mata kuliah minimal jumlah 110 SKS
  5. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,0 pada saat mengajukan permohonan sebagai peserta KKN-Kebangsaan, yang ditunjukkan dengan transkrip mata kuliah yang telah lulus
  6. Pernah dan atau sedang aktif pada salah satu organisasi kemahasiswaan di kampus, atau memiliki keterampilan/keahlian khusus dalam pemberdayaan dan peningkatan motivasi masyarakat, yang ditunjukkan melalui surat keterangan organisasi kemahasiswaan, atau Surat Keterangan Wakil/Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
  7. Menanda tangani surat perjanjian untuk bersedia ditempatkan dilokasi KKN-Kebangsaan yang ditentukan oleh panitia
  8. Memeroleh Surat Keputusan Rektor perguruan tinggi, sebagai peserta KKN-Kebangsaan

PERSIAPAN PELAKSANAAN

1. Persiapan Pelaksanaan
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, tentang pelaksanaan KKN-Kebangsaan, maka tim Pokja KKNKebangsaan menyampaikan surat penyampaian kepada perguruan tinggi untuk mengadakan seleksi calon perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan. Seleksi calon perguruan tinggi pelaksana dilakukan melalui pengajuan proposal oleh perguruan tinggi yang berminat dengan format sebagai berikut :
Format Proposal yang diajukan oleh calon perguruan tinggi pelaksana terdiri atas :
  1. Pendahuluan
  2. Profil perguruan tinggi yang mengusulkan proposal
  3. Profil daerah calon lokasi KKN Kebangsaan
  4. Rencana Kegiatan, yang melingkupi tema utama, tema pendukung, proses pelaksanaan, waktu, jumlah peserta total, jumlah peserta per lokasi/desa, tindak lanjut kegiatan pasca KKN, rencana anggaran biaya, dll.
  5. Tema dan program yang diusulkan diharapkan mendukung implementasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development / EfSD)
  6. Tema dan program yang diusulkan diharapkan mendukung implementasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development / EfSD)
  7. Lampiran surat dukungan dari pemerintah daerah calon lokasi KKN, dan pihak-pihak terkait lainny.
Proposal KKN Kebangsaan diajukan oleh perguruan tinggi ke Dirjen Belmawa untuk dievaluasi dan dinilai oleh Tim Pokja KKN-Kebangsaan. Tim Pokja KKNKebangsaan mentapkan tiga nominasi proposal perguruan tinggi terbaik sebagai calon perguruan tinggi pelaksana KKN Kebangsaan. Ketiga perguruan tinggi yang masuk nominasi akan diundang untuk mempresentasikan proposalnya didepan Tim Pokja KKN-Kebangsaan. Jika dipandang perlu, Tim Pokja KKN-Kebangsaan akan melakukan visitasi ke perguruan tinggi nominasi dan memberikan hasil evaluasi dan rekomendasi kepada Dirjen Belmawa. Selanjautnya, Dirjen Belmawa menetapkan perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan melalui suatu Surat Keputusan (SK).
Secara berkelanjutan, Tim Pokja KKN-Kebangsaan akan melakukan evaluasi terhadap proses persiapan pelaksanaan. Seandainya perguruan tinggi yang telah ditetapkan sebagai pelaksana KKN-Kebangsaan, dinilai tidak dapat menjalankan proses dan rencana kegiatan dengan baik, dan atau situasi dan kondisi lokasi KKN yang telah ditetapkan tidak aman atau kondusif untuk pelaksanaan KKN Kebangsaan, maka Tim 14 Pokja KKN Kebangsaan melalui Dirjen Belmawa dapat menunjuk perguruan tinggi yang lain sebagai Pelaksanan KKN-Kebangsaan.

PELAKSANAAN KKN KEBANGSAAN

a. Waktu Pelaksanaan
Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan dilaksanakan setiap tahun sekali pada masa alih semester genap ke semester ganjil, dengan lama waktu pelaksanaan KKN Kebangsaan adalah minimal 30 hari efektif.
b. Peserta KKN-Kebangsaan
  1. Peserta KKN Kebangsaan adalah mahasiswa aktif yang memenuhi syarat sebagai peserta KKN-Kebangsaan dari perguruan tinggi, yang telah memenuhi syarat sebagai perguruan tinggi peserta KKN-Kebangsaan.
  2. . Setiap perguruan tinggi mengusulkan sebanyak-banyaknya lima (5) orang peserta terbaik sebagai calon peserta, melalui SK Rektor dan disampaikan ke Tim Pokja KKN-Kebangsaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan
  3. Seluruh mahasiswa peserta KKN Reguler dari perguruan tinggi pelaksana yang berminat, dapat diikutkan sebagai peserta KKN-Kebangsaan, dengan memertimbangkan ketersediaan tempat di lokasi KKN-Kebangsaan.
  4. Mahasiswa dari perguruan tinggi yang tidak melaksanakan KKN sebagai mata-kuliah wajib dan mahasiswa dari perguruan tinggi luar negeri, negara serumpun dapat menjadi peserta KKN-Kebangsaan dengan status peninjau.
  5. Segala hak dan kewajiban peserta KKN-Kebangsaan status peninjau, diatur tersendiri oleh panitia pelaksana KKN-Kebangsaan, dengan tetap memertimbangkan ketentuan yang berlaku pada pedoman operasional baku KKN-Kebangsaan, dan peraturan akademik perguruan tinggi pelaksana KKN-Kebangsaan.
c.Perguruan Tinggi Pelaksana
  1. Perguruan tinggi pelaksana adalah perguruan tinggi yang dipilih secara bergantian setiap tahun dari BKS-PTN wilayah barat, dan KPTN-KTI di wilayah timur.
  2. Pemilihan dan penetapan perguruan tinggi pelaksana berdasarkan hasil evaluasi proposal dan atau site-visit oleh TIM Pokja KKN-Kebangsaan.
  3. . Penetapan perguruan tinggi pelaksana dilaksanakan melalui rapat Tim Pokja KKN-Kebangsaan, pada saat penarikan peserta KKN-Kebangsaan tahun berjalan.

MATERI PEMBELAJARAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran KKN kebangsaan merupakan internasilisasi dan akumulasi dari ilmu pengetahuan, pengetahuan empiris, keterampilan, afeksi dan kompetensi yang telah dicapai oleh mahasiswa melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu untuk diaplikasikan dan diterapkan pendayagunaannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia tidaklah serta-merta hanya menjalankan teori dan pengetahuan sesuai dengan kaidahnya tanpa memertimbangkan aspek moral, etika, adat istiadat dan budaya yang melekat ditengahtengah masyarakat. Berbagai penyesuaian, adaptasi kearifan dan kebijakan diperlukan dalam upaya penerapan ilmu dan teknologi tersebut agar bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut hanya dapat diperoleh melalui latihan, perluasan wawasan dan pengalaman bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan kerja.
Untuk itu, rancangan pembelajaran KKN kebangsaan disusun agar dapat memberi nilai manfaat bagi semua fihak sesuai dengan falsafah awalnya yaitu; “memadukan dharma pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam satu kegiatan”, sehingga Presiden RI, dalam amanah dan arahannya pada Dies Natalis UGM, Februari 1971 menyatakan bahwa; “agar setiap mahasiswa belajar di Desa dalam jangka waktu tertentu, tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan, memecahkan persoalan pembangunan sebagai bahan dari kurikulumnya".
KKN kebangsaan digagas untuk memberi nilai manfaat kepada mahasiswa agar menjadi inspirator dalam menghadapi persoalan di masyarakat, menerapkan teori yang telah didapatkan diperkuliahan, melatih diri menghadapi realitas kehidupan bermasyarakat, membantu pemerintah melancarkan program-program pembangunan, melakukan perubahan-perubahan sosial kearah yang lebih baik, dan mempertegas kehadiran kampus ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Atas uraian tersebut diatas, maka capaian pembelajaran untuk Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan adalah agar mahasiswa :
  1. Memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan menghargai keanekaragaman
  2. Mampu bekerja sama dalam menformulasi potensi, permasalahan dan solusi melalui penerapan IPTEKS dan inter-profesi
  3. Mampu merancang program kerja dan mengaplikasikannya dengan penuh tanggungjawaban IPTEKS dan inter-profesi
  4. Mampu mengelola perubahan diri dan lingkungan, berkomunikasi dan memotivasi kelompok dan masyarakat.
  5. Memiliki kepribadian yang tangguh, jujur, peduli dan saling menghargai.
Kemampuan akhir yang diharapkan, bahan kajian, bentuk pembelajaran, kriteria penilaian dan bobot nilai KKN Kebangsaan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rancangan Pembelajaran Semester KKN Kebangsaan
Metode Pembelajaran KKN kebangsaan meliputi kuliah pembekalan dan pelaksanaan kegiatan lapangan. Kuliah pembekalan KKN merupakan kuliah tatap muka yang dilaksanakan sebelum mahasiswa berangkat ke lapangan. Materi yang diberikan dalam kuliah pembekalan adalah :
  1. Materi Umum, meliputi wawasan kebangsaan, bhinneka tunggal ika, nasionalisme, dan pengembangan soft skill.
    Narasumber pembekalan Materi Umum adalah praktisi, pakar, atau tokoh-tokoh nasional.
  2. Materi Khusus, meliputi filosofi KKN, profil fisik, sosial-ekonomi, sosial-budaya, permasalahan dan potensi yang dapat dikembangkan di lokasi KKN Kebangsaan. Narasumber untuk pembekalan khusus ini adalah Tim KKN Kebangsaan, dosen pembimbing lapangan, mitra dari pemerintah dan swasta.
  3. Pembekalan juga dilakukan untuk dosen pembimbing lapangan (DPL), kepala desa, camat dan panitia pelaksana untuk menyamakan persepsi tentang KKN kebangsaan dan pelaksanaannya. Pelaksanaan lapangan kegiatan KKN kebangsaan adalah menempatkan mahasiswa di lokasi KKN yang telah ditetapkan untuk melaksanakan rencana kegiatan yang telah disusun pada waktu kuliah pembekalan. Selama pelaksanaan KKN kebangsaan, mahasiswa akan dibimbing dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), yang telah ditunjuk oleh panitia pelaksana. DPL merupakan dosen dengan pangkat minimal Lektor yang telah mempunyai pengalaman dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang dapat berasal dari perguruan tinggi penyelenggara maupun dari perguruan tinggi peserta KKN kebangsaan
Tujuan dari pembimbingan dan pendampingan ini adalah agar:
  1. Mahasiswa memiliki pengetahuan, pemahaman dan wawasan tentang lokasi KKN, fisik sosial, budaya, ekonomi, agama dan lingkungan.
  2. Mahasiswa mampu melakukan identifikasi masalah, memecahkan masalah, mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi,
  3. Mahasiswa mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan, kebersamaan, kejujuran, kesetaraan, dan kemandirian,
  4. Mahasiswa mampu menguraikan program dalam tahapan kegiatan dan melaksanakannya secara sistematis dalam konteks proses pemberdayaan masyarakat.
Adapun tugas dari pada dosen pembimbing lapangan adalah :
  1. Melaksanakan survei ke calon lokasi KKN serta membuat deskripsi lokasi (permasalahan dan potensi),
  2. Menyampaikan deskripsi lokasi KKN kepada mahasiswa bimbingannya,
  3. Merencanakan proses pembimbingan dan pengarahan mahasiswa selama proses pembekalan dan pelaksanaan KKN,
  4. Mendampingi mahasiswa pada saat penempatan, sosialisasi program dan penarikan mahasiswa di lokasi KKN,
  5. Membantu penyelesaikan semua permasalahan yang timbul selama proses pelaksanaan KKN,
  6. Membimbing dan mengarahkan mahasiswa KKN dalam penyusunan program, pembuatan matrik kegiatan, penyusunan laporan akhir, dan rekapitulasi kegiatan,
  7. Melaksanakan evaluasi, responsi dan penyerahan nilai ke panitia pelaksana
Monitoring merupakan pengumpulan data dan informasi secara sistematik terhadap proses kegiatan yang sedang berlangsung dalam hal perkembangan dan pencapaian hasil, sementara evaluasi adalah penilaian secara sistematik dan objektif terhadap kegiatan yang sedang berjalan atau yang sudah selesai dilaksanakan, desain, implementasi, dan hasilnya.
Monitoring KKN Kebangsaan dilakukan oleh :
  1. Tim Pokja KKN Kebangsaan, meliputi proses dan pelaksanaan KKN Kebangsaan secara keseluruhan,
  2. Dosen pembimbing lapangan, meliputi kedisiplinan, kerjasama, sikap dan tingkah laku, rencana kegiatan dan pelaksanaannya oleh mahasiswa

TAHAPAN DAN WAKTU PENYELENGGARAAN

NO
NAMA KEGIATAN
WAKTU PANITIA
PELAKSANA
WAKTU ( POB )
1
Sosialisasi dan penyampaian undangan kepada calon perguruan tinggi penyelenggara
M-1 Agustus
M-1 Agustus
2
Penyampaian Proposal perguruan tinggi yang berminat
M-1 September
M-1 September
3
Presentasi proposal
M-2 September
M-2 September
4
Visitasi 3 PT nominasi (jika diperlukan)
Oktober
Oktober
5
Penetapan PT Penyelenggara
M-4 Oktober
M-4 Oktober
6
Persiapan, koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait
Nov – Juni
Nov – Juni
7
Pengumuman dan undangan ke perguruan tinggi
Januari-Februari 2017
Belmawa/UNG
M-1 Februari
8
Koordinasi dengan Pemda/Pemprov
Maret 2017
UNG/Pemda/Pemprov
9
Koordinasi dengan Belmawa/Pokja di Jakarta
Maret - Juni 2017
Panitia
10
Pengiriman nama-nama peserta dari masing-masing perguruan tinggi peserta
Maret 2017
Perguruan Tinggi Pengutus
Maret
11
Evaluasi dan penetapan peserta
April 2017
UNG/Pokja
April
Survei Lokasi KKN Kebangsaan
April - Mei 2017
Panitia
10
Penunjukan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mei
Mei 2017
UNG/Pokja
Mei
11
Kedatangan peserta
19 Juli 2017
Panitia
M-1 Juli
12
Pembekalan Umum
20-22 Juli 2017
Panitia
M-1 Juli
13
Pembekalan Khusus
Juni 2017
PT Pengutus
M-1 Juli
14
Pembukaan Acara
20 Juli 2017
Panitia
15
Pembekalan DPL (UNG+1 PT Pengutus)
21-22 Juli 2017
Pokja/Panitia
16
Pemberangkatan ke lokasi KKN
23 Juli 2017
Panitia/Pemda Bonbol
M-1 Juli
17
Pelaksanaan Lapangan
23 Juli - 22 Agustus 2017
Mahasiswa peserta
Juli - Agustus
18
Monitoring Tim KKN Kebangsaan
Minggu Ke 2, 3, 4
Panitia, Tim, Pimpinan
Juli-Agustus
19
Monitoring dan Evaluasi DPL
Minggu ke 1, 2, 3, 4
DPL / Panitia
20
Lokakarya Hasil Pelaksanaan KKN Kebangsaan 2017
21 Agustus 2017
Peserta KKN Masing-masing Desa
21
Penarikan mahasiswa dari lapangan
22 Agustus 2017
Pemda Bonbol / Panitia
M-1 Agustus
22
Ramah Tamah KKN Kebangsaan Pimp PT
23 Agustus 2017 (Malam)
Panitia
23
Penutupan
24 Agustus 2017
Panitia
M-1 Agustus
24
Pemulangan Peserta
24-25 Agustus 2017
Panitia
25
Pelaporan PT Penyelenggara ke Dikti
September
Panitia
M-1 September
26
Penyampaian nilai mahasiswa ke masing-masing PT
Oktotober
Panitia/LPPM UNG
M-1 Oktober
27
Rapat Kordinasi (paripurna)
November
LPPM UNG
M-1 November
28
Laporan Tim KKN Kebangsaan
November
Pokja KKN Kebangsaan
November


LOKASI KEGIATAN
KABUPATEN BONEBOLANGO

No
Nama Desa
Kecamatan
1
Bangio
Pinogu
2
Dataran Hijau
Pinogu
3
Pinogu Permai
Pinogu
4
Pinogu
Pinogu
5
Tilonggibila
Pinogu
6
Monano
Bone
7
Taludaa
Bone
8
Sogitia
Bone
9
Bilolantunga
Bone
10
Moodulio
Bone
11
Tumbuh Mekar
Bone
12
Inogaluma
Bone
13
Molamahu
Bone
14
Ilohuuwa
Bone
15
Muara Bone
Bone
16
Masiaga
Bone
17
Waluhu
Bone
18
Cendana Putih
Bone
19
Permata
Bone
20
Owata
Bulango Ulu
21
Mongiilo
Bulango Ulu
22
Mongiilo Utara
Bulango Ulu
23
Pilolahea
Bulango Ulu
24
Ilomata
Bulango Ulu
25
Suka Makmur
Bulango Ulu
26
Bondaraya
Suwawa Selatan
27
Bondauana
Suwawa Selatan
28
Bonedaa
Suwawa Selatan
29
Bulontala
Suwawa Selatan
30
Bulontala Timur
Suwawa Selatan
31
Libungo
Suwawa Selatan
32
Molingtogupo
Suwawa Selatan
33
Pancuran
Suwawa Selatan
34
Dumbaya Bulan
Suwawa Timur
35
Panggulo
Suwawa Timur
36
Pangi
Suwawa Timur
37
Poduomo
Suwawa Timur
38
Tilangobula
Suwawa Timur
39
Tinemba
Suwawa Timur
40
Tulabolo
Suwawa Timur
41
Tulabolo Barat
Suwawa Timur
42
Tulabolo Timur
Suwawa Timur
43
Buata
Botupingge
44
Luowohu
Botupingge
45
Panggulo
Botupingge
46
Panggulo Barat
Botupingge
47
Sukma
Botupingge
48
Tanah Putih
Botupingge
49
Timbiulo
Botupingge
50
Timbuolo Tengah
Botupingge
51
Timbuolo Timur
Botupingge
52
Berlian
Tilongkabila
53
Bongohulawa
Tilongkabila
54
Bongoime
Tilongkabila
55
Bongopini
Tilongkabila
56
Butu
Tilongkabila
57
Iloheluma
Tilongkabila
58
Lonuo
Tilongkabila
59
Motilango
Tilongkabila
60
Moutong
Tilongkabila
61
Permata
Tilongkabila
62
Tamboo
Tilongkabila
63
Toto Utara
Tilongkabila
64
Tunggulo
Tilongkabila
65
Tunggulo Selatan
Tilongkabila
66
Bandungan
Bulango Utara
67
Boidu
Bulango Utara
68
Bunuo
Bulango Utara
69
Kopi
Bulango Utara
70
Lomaya
Bulango Utara
71
Longalo
Bulango Utara
72
Suka Damai
Bulango Utara
73
Tuloa
Bulango Utara
74
Tupa
Bulango Utara
75
Biluango
Kabila Bone
76
Binthalahe
Kabila Bone
77
Barani
Kabila Bone
78
Huangobotu
Kabila Bone
79
Modelomo
Kabila Bone
80
Molotabu
Kabila Bone
81
Olohuta
Kabila Bone
82
Olele
Kabila Bone
83
Batu Hijau
Bone Pantai
84
Bilungala
Bone Pantai
85
Bilungala Utara
Bone Pantai
86
Kamiri
Bone Pantai
87
Lembah Hijau
Bone Pantai
88
Tamboo
Bone Pantai
89
Tihu
Bone Pantai
90
Tolotio
Bone Pantai
91
Tongo
Bone Pantai
92
Tunas Jaya
Bone Pantai
93
Uabanga
Bone Pantai
94
Bukit Hijau
Bulawa
95
Dunggilata
Bulawa
96
kaidundu
Bulawa
97
Kaidundu Barat
Bulawa
98
Mamungaa
Bulawa
99
Mamungaa Timur
Bulawa
100
Mopuya
Bulawa
101
Patoa
Bulawa
102
Alo
Bone raya
103
Bunga
Bone raya
104
Inomata
Bone raya
105
Laut Biru
Bone raya
106
Moopiya
Bone raya
107
Mootawa
Bone raya
108
Mootayu
Bone raya
109
Mootinelo
Bone raya
110
Pelita Jaya
Bone raya
111
Tombulilato
Bone raya


Repost : Apriliansyah

0 komentar:

Posting Komentar