. . .

Sabtu, 05 November 2016

PELANTARA 2016 (Pelayaran Lingkar Nusantara)




SAKA BAHARI BENGKULU
Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan.


LAPORAN KEGIATAN

PELAYARAN LINGKAR NUSANTARA VI
TAHUN 2016

PELANTARA VI




Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan
Jaleseveva Jayamahe, Justru di laut kita jaya”.....”
(Ir. H. Joko Widodo)

 



GERAKAN PRAMUKA
KWARTIR DAERAH 07 BENGKULU
SATUAN KARYA BAHARI
Jalan Rokan Kiri No. 03 Padang Harapan Kec. Gading Cempaka
Kota Bengkulu - 38225



LEMBAR  PENGESAHAN
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
SATUAN KARYA BAHARI
KWARTIR DAERAH 07 BENGKULU
2016

Laporan Kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara VI
Sail Selat Karimata
21 September – 17 Oktober 2016
Dibuat sebagai bahan laporan kegiatan Satuan Karya Bahari Daerah Bengkulu dan untuk digunakan sebagamana mestinya.

Telah disahkan pada hari ....................tanggal........................  oleh
Pimpinan Saka Bahari Daerah Bengkulu


Pimpinan Saka Bahari Bengkulu




Letkol Laut (P) Fajar Rusdianto, SE.







I.          PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Menyadari bahwa negara kita adalah negara kepulauan yang terdiri dari ± 17.504 buah pulau dan dua per tiga wilayahnya merupakan laut, Gerakan Pramuka merasa turut berkewajiban menanamkan dan menumbuhkembangkan rasa cinta laut dan sikap hidup yang berorientasi ke laut.
Makna laut bagi bangsa Indonesia dewasa ini dan juga di masa yang akan datang menjadi semakin penting, hal ini antara lain disebabkan: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan canggih. 2) Tuntutan penyediaan sumber daya alam yang semakin besar. 3) Kenyataan bahwa sumber daya alam di daratan terbatas dan jumlahnya semakin berkurang sehingga dapat mempengaruhi ekosistem yang ada. 4) Potensi dan kekayaan alam laut sangat bervariasi dalam jumlah yang melimpah baik mineral, nabati maupun hayati yang dapat dilestarikan dan ditingkatkan. 5) Laut memberikan lima unsur pokok kebutuhan umat manusia, yaitu protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan oksigen. Selain itu laut juga berfungsi sebagai: a) Faktor yang mempengaruhi cuaca dan iklim. b) Jalan perhubungan yang murah. c) Sumber uap air, bahan dasar obat-obatan, barang tambang dan energi. d) Lahan pertanian, obyek wisata dan arena olahraga. e) Laboratorium alam yang lengkap dan unik. f) Medan pertahanan negara. Kesemuanya itu merupakan tantangan bagi generasi muda untuk mengelola dan memanfaatkannya.
Dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi kekayaan alam laut, Indonesia mutlak perlu berpegang teguh pada sejarah kehidupan bangsa Indonesia, yaitu:
Pertama: Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang menyatakan bahwa Indonesia adalah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa; Indonesia. Kesatuan jiwa kebangsaan Indonesia ini harus selalu menjiwai setiap perkembangan yang terjadi.
Kedua: Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menyatakan bahwa rakyat Indonesia sebagai satu bangsa yang merdeka ingin hidup dalam satu kesatuan negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prinsip NKRI harus tetap menjiwai pengelolaan potensi serta kekayaan alam laut Indonesia.
Ketiga: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara maupun sebagai sumber dari segala sumber hukum dan UndangUndang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Keempat: Deklarasi Djuanda (pengumuman pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 13 Desember 1957 mengenai Wilayah Perairan Negara Republik Indonesia dan penentuan batas laut teritorial yang lebarnya 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung terluar pada pulaupulau Negara Republik Indonesia) dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4/Prp Tahun 1960, tentang Perairan Indonesia.
Kelima: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 yang mengesahkan/meratifikasi hasil Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada tahun 1982 (United Nations Conventions on the Law of the Sea, 1982).
Keenam: Wawasan Nusantara. Kondisi geografis Kepulauan Indonesia bersama-sama dengan Pancasila dan UndangUndang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 telah melahirkan suatu “Budaya Politik” yang dalam kehidupan bangsa Indonesia dikenal dengan nama Wawasan Nusantara.
Kemerdekaan yang berhasil diraih oleh bangsa Indonesia sebagai hasil perjuangan yang penuh dengan semangat persatuan dan kesatuan pada tanggal 13 Desember 1957 ditindaklanjuti dengan Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang memiliki nilai strategis bagi bangsa Indonesia ini kemudian diimplementasikan secara nyata dengan Wawasan Nusantara.
Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan perlu mendidik dan melatih anggotanya agar tumbuh kecintaan terhadap kebaharian. Menumbuhkan cinta kebaharian ini dibina sejak dari Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang. Sedangkan bagi Pramuka Penegak dan Pandega perlu diberikan bimbingan dan pembinaan yang sesuai dengan minatnya untuk menjadi anggota Satuan Karya Pramuka Bahari tanpa meninggalkan gugusdepannya.

B.        Dasar Hukum
1.         Surat SEKKAB RI Nomor B.492/SEKKAB/9/2015  Tanggal 10 September 2015 tentang arahan  Presiden terkait  Ketua Pengarah Panitia Sail Karimata 2016.
2.         Keputusan Menteri Koordinator Bidang Maritim  dan Sumber Daya Nomor SKEP/1/MENKO/MARITIM/2016  Tanggal 4 Januari 2016 tentang Panitia Penyelenggara  Sail Selat Karimata Tahun 2016
3.         Telegram Kasal Nomor  274/SOPS/2016 TWU 0229.1754  tentang Penyiapan dan  Penunjukan Dansatgas dalam rangka Sail  Karimata 2016
4.         Surat Perintah Kasal Nomor SPRIN/798/V/2016 Tanggal 12 Mei 2016 tentang Daftar Susunan Panitia Kegiatan Sail Selat Karimata 2016.
5.         Program kerja dan anggaran Dispotmar TA 2016
6.         Surat perintah Kadispotmar  Nomor SPRIN/167/V/2016  Tanggal 30  Mei 2016 tentang Dansatgas Pelayaran Lingkar Nusantara VI tahun 2016 (Pelantara  VI/2016 pada rangkaian Sail Selat Karimata 2016.

C.        Tujuan Kegiatan
1.         Melaksanakan pelayaran dengan menyinggahi dan memperkenalkan pulau pulau terluar wilayah  NKRI.
2.         Mengenalkan kehidupan masyarakat yang beraneka ragam baik budaya maupun kehidupan sosialnya.
3.         Meningkatkan kecintaan generasi muda dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pengamanan pulau terluar bagi keutuhan NKRI.
4.         Menanamkan semangat cinta tanah air dalam bingkai NKRI.

D.        Sasaran Kegiatan
1.         Kesadaran bela negara, cinta tanah air dan cinta bahari.
2.         Memahami  tentang  pengamanan di wilayah perbatasan laut,  ALKI I dan pulau terluar.
3.         Memahami tentang tradisi kehidupan TNI Angkatan Laut dan tradisi daerah.
4.         Memahami tentang potensi nasional maritim.
5.         Terselenggaranya kegiatan perkemahan lingkar nusantara sebagai lahan bakti bagi aktifitas kesakabaharian .











II.         KEGIATAN


A.        Nama Kegiatan
Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI Tahun 2016 dalam rangka Sail Selat Karimata.

B.        Tema
Dengan semangat kebersamaan kita bangun generasi muda Saka Bahari yang berjiwa patriotik.

C.        Waktu dan Tempat Kegiatan
1.         Pemberangkatan
a.    Hari/Tanggal            : Kamis, 22 September 2016
b.    Waktu                      : 10.00 WIB. s.d. selesai.
c.    Tempat                    : Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara
d.    Irup                          : Menko Kemaritiman dan Sumber Daya
e.    Penanggung Jawab : Danlantamal III/Jakarta
2.         Pelaksanaan Perkemahan
a.      Acara Perkemahan di Bangka Belitung pada tanggal 24 s.d. 26 September 2016
b.      Acara Perkemahan di Kayong Utara pada tanggal 11 s.d. 15 Oktober 2016 
c.      Acara Puncak Sail Selat Karimata tanggal 15 Oktober 2016.

D.        Penyelenggara/Peserta
1.         Penyelenggara
a.      Panitia pusat yang terdiri dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Pimpinan Saka Bahari tingkat Nasional dan TNI AL
b.      Panitia daerahyang terdiri dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Pemerintah Daerah dan TNI AL
2.         Peserta
a.    Peserta yang mengikuti kegiatan Pelantara VI tahun 2016 sebanyak 312 dari perwakilan 22 Kwartir Daerah Se-Indonesia. 22 perwakilan Kwartir Daerah sebagai berikut:
1)    Kwartir Daerah Bengkulu
2)    Kwartir Daerah Jambi
3)    Kwartir Daerah Banten
4)    Kwartir Daerah Kepulauan Riau
5)    Kwartir Daerah Jawa Timur
6)    Kwartir Daerah Bali
7)    Kwartir Daerah Sumatera Barat
8)    Kwartir Daerah Kalimantan Timur
9)    Kwartir Daerah Sulawesi Selatan
10) Kwartir Daerah Jawa Barat
11) Kwartir Daerah DIY
12) Kwartir Daerah Maluku
13) Kwartir Daerah Maluku Utara
14) Kwartir Daerah Papua
15) Kwartir Daerah Papua Barat
16) Kwartir Daerah Kalimantan Barat
17) Kwartir Daerah Jawa Tengah
18) Kwartir Daerah Sulawesi Barat
19) Kwartir Daerah Bangka Belitung
20) Kwartir Daerah Sumatera Utara
21) Kwartir Daerah NTB
22) Kwartir Daerah DKI Jakarta

E.        Kegiatan yang Telah Dilaksanakan
1.         Kegiatan Selama Pelayaran
a.    Ceramah pembekalan dari K/I dan profesional
b.    Pembekalan tentang Dawilhanla
c.    Pembekalan kesakabaharian
d.    Pembinaan mental dan disiplin
e.    Pengenalan kehidupan di kapal perang
f.     Dinamika kelompok
g.    Kegiatan kepramukaan
h.    Gelar budaya / pentas seni
i.      Mandi khatulistiwa
j.      Tabur bunga
k.    Olahraga dan giat keagamaan
2.         Kegiatan di Dermaga JICT
a.    Registrasi peserta dari daerah
b.    Gladi upacara pelepasan Satgas Sail Selat  Karimata
c.    Persiapan Upacara
d.    Upacara pembukaan dan pelepasan satgas Sail Selat Karimata tahun 2016 (SBJ, Pelantara VI)
e.    Pembekalan Dansatgas Pelantara VI/2016.
3.         Kegiatan di Bangka Belitung
a.    CC ke Gubernur, Bupati  Bangka Belitung
b.    Pembekalan dari Danlanal Babel
c.    Pembekalan materi dari BNN
d.    Wisata sejarah (Museum timah)
e.    Penanaman mangrove  (Pantai Penyusuk)
f.     Transplantasi terumbu karang (Pulau Putri)
g.    Bersih-bersih  lingkungan (Tempat  ibadah)
h.    Pemberian bahan kontak
i.      Olahraga
j.      Penyuluhan  wawasan kebangsaan (SMK YPN, SMA Negeri 1 Belinyu)
k.    Open ship
4.         Kegiatan di Pulau Bintan
a.    CC ke Gubernur, Danlantamal IV, Bupati  Bintan
b.    Pembekalan dari Danlantamal IV, BKKBN dan BNPT
c.    Wisata sejarah (P. Penyengat)
d.    Bersih-bersih pantai
e.    Pemberian bahan kontak
f.     Pengecatan/perbaikan tempat ibadah, sekolah dan puskesmas pembantu
g.    Penanaman  mangrove (Tanjung Uban)
h.    Penyuluhan kebangsaan (SMA  Pelayaran)
i.      Pentas seni/hiburan
j.      Open ship
5.         Kegiatan di P. Sekatung/P.Laut (Pulau Ranai)
a.    CC Bupati Ranai
b.    Pembekalan Danlanal Ranai    
c.    Wisata bahari
d.    Bersih lingkungan
e.    Pemberian bahan kontak 
f.     Penanaman pohon
g.    Hiburan/pensi
h.    Open ship
6.         Kegiatan di Tanjung Datu
a.    CC  Pejabat Daerah/Tokoh Masyarat
b.    Peninjauan titik perbatasan
c.    Pemberian bahan kontak 
d.    Pentas seni dan api unggun
e.    Kembang api/lampion
7.         Kegiatan di Sukadana Kayong Utara
a.    Acara puncak Sail Selat Karimata  2016
b.    Acara Bhineka Tunggal Ika  dan Perkemahan
c.    Pembekalan Menhan, Ka. Kwarnas & Bupati Kayong Utara
d.    Wisata sejarah
e.    Bersih lingkungan, tempat ibadah dan sekolah
f.     Pemberian bahan kontak
g.    Penanaman pohon
h.    Pentas seni dan budaya
i.      Olahraga  bersama
j.      Api unggun dan kembang api
k.    Peresmian monumen Pelantara dan Penanda tanganan prasasti Pelantara VI/2016





III.        PENUTUP


          Demikianlah laporan pertanggung jawaban ini kami sampaikan. Selaku perwakilan kontingen daerah Bengkulu, kami mohon maaf  yang  sebesar-besarnya atas segala kekurangan dalam menjalankan tugas dan amanah ini.
          Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Danlanal Bengkulu, Staf Lanal Bengkulu dan Kwartir Daerah Bengkulu atas segala bimbingan, kritik dan saran yang selama ini diberikan kepada kami. Kami yakin semua bimbingan, kritik dan saran adalah untuk menjadikan kami lebih baik pada masa yang akan datang.
          Dalam penutup laporan ini, ada beberapa butir kesimpulan yang dapat kami paparkan sebagai telaah terhadap perjalanan Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI tahun 2016, sebagai berikut:
A.        Kesimpulan
Selama pelaksanaan kegiatan Pelantara VI 2016 21 September – 17 Oktober 2016 melalui Jakarta, Bangka, Pulau Bintan, Pulau Sekatung/Pulau Laut, Tanjung Datu, Pontianak dan Kayong Utara dapat terselenggara dan terlaksana dengan hasil yang cukup memuaskan, meskipun banyak sekali hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh panitia pelaksana dan peserta. Beberapa rute yang direncanakan, beberapa tempat yang tidak bisa disinggahi/bersandar karena pengaruh cuaca dan gelombang yang kurang mendukung, misalnya di Pontianak sehingga harus lego jangkar di perairan Pontianak.
B.        Saran
Demikian laporan ini kami buat, sebagai bahan evaluasi khususnya bagi peserta kontingen daerah Bengkulu dan bagi semua pihak yang terkait umumnya. Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan dalam melaksanakan kegiatan ini, dan tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini agar dapat terselenggara dengan lancar.
Akhirnya, dengan berharap kepada Allah SWT, kami berserah diri atas segala urusan dan semoga kita selalu dalam petunjuk serta mendapat perlindungan dari-Nya dalam aktifitas kita sehari-hari. Aamin.






LAMPIRAN
























APRILIANSYAH MUSI RAWAS
-AMR-

www.liansyah-a-ns.blogspot.com


0 komentar:

Posting Komentar