" YANG MUDA YANG BERKARYA "

. . .

Jumat, 20 Juli 2018

MUARA BELITI – Setidaknya 503 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) sudah didaftarkan oleh Partai Politik (Parpol) peserta pemilu 2019 pada Selasa (17/7) terdaftar sebagai Bacaleg di Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Ketua KPU Kabupaten Mura, Ach Zaein mengatakan 503 orang Bacaleg Kabupaten Mura merebutkan 40 kursi di parlemen. Adapun rinciannya, PKB, PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PAN, PSI dan Hanura masing-masing mendaftarkan 40 orang Bacaleg. Kemudian, PKS dan Demokrat masing-masing 39 Bacaleg. PPP mendaftarkan 32 Bacaleg, Perindo mengajukan 29 Bacaleg, PBB mendaftarkan 19 Bacaleg, Berkarya 15 Bacaleg dan PKPI 11 Bacaleg, sementara Garuda sampai berakhirnya pendaftaran tidak mendaftarkan Bacaleg. Maka, dipastikan tidak berkontestasi di Pileg 2019, untuk wilayah Kabupaten Mura.
Bahkan, tercatat ada 34 incumbent yang kembali mencalonkan diri, seperti M Jas Karim, Tumiran, Mahmud, Azandri, Yudi Fratama, Mulyadi, Ricardo, Aliudin, Wahisun. Firdaus, Habsorini, Samsul Bahri, Ivan Maruli, Nasib, Desriniyati, Effendi Wandaria, Moch Din’Said, Sri Wahyuni, M Febri Hendrawan, Dwi Andoko, Supandi, Iwan Susanto, Achmad Syahroni. Rudi Hartono, Cahaya Muda, H A Firdaus, Wahyu Sumadi, Eli Marlina, Ngadi, Siswantora, Mansyur Daniel, Alamsyah, Ismun Yahya dan Tepno Suhartoyo.
Menurut Ach Zaein, seluruh berkas yang diterima sudah memenuhi syarat pencalonan seperti yang tertuang dalam peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan, seperti surat pencalonan (model B), Daftar Bakal Calon Setiap Dapil (Model B1), Surat pernyataan Pimpinan Partai Politik telah melakukan seleksi secara demokratis (Model B2), fakta Integritas (B3), lampiran surat pernyataan pimpinan Parpol, berupa AD-ART atau aturan internal partai lainnya.
Namun, walaupun sudah memenuhi syarat tapi bila masih ada syarat lainnya yang tidak dilengkapi seperti, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan surat rekomendasi tidak menjalani masa hukuman yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Lubuklinggau, juga harus dilengkapi. Kalau tidak, bisa digugurkan dari pencalonan.
“Prinsipnya, semua syarat yang sudah tertuang dalam aturan harus dilengkapi, kalau tidak dibatalkan dari pencalonan,” kata Ach Zaein, Kamis (19/7).

Sumber : Linggau Pos

Rabu, 30 Mei 2018


DAUN-DAUN BERGUGURAN

Kita yanģ mendengar, dan melihat
Daun-daun gugur, melayang jatuh setiap waktu
Daun-daun berguguran di pagi hari
Daun-daun berguguran dibawah terik mentari
Daun-daun berguguran di kala senja
Daun-daun berguguran digelapnya malam
Tak peduli bila sampai masanya
Daun-daun tua gugur ke bumi semestinya
Daun-daun bertahan layu menguning di ranting kering, tiba lah saatnya,  gugur ke bumi
Daun-daun muda yang tak sanggup bertahan ditengah alam gugur jua ke bumi
Kadang terhempas ketanah dicabang patah
Pada akhirnya satu per satu daun-daun  berguguran bersama waktu
Kita adalah daun-daun yang terikat janji Menunggu waktu untuk gugur terkubur di bumi
Tak tentu entah kapan dan dimana


Karya: Zamdial
Zam ET. Lb. Pinang