Recent Posts

APRILIANSYAH | ARTI DAN LAMBANG MPK SMA NEGERI 2 MUARA BELITI

Arti Lambang MPK SMAN 2 Muara Beliti

1. Tulisan MAJELIS PERWAKILAN KELAS  dan MPK menjelaskan bahwa organisasi ini bernama Majelis Perwakilan Kelas yang sering disingkat dengan MPK.
2.  Gambar background MERAH PUTIH ,melambangkan bahwa pengurus MPK SMAN 2 Muara Beliti adalah pelajar yang cinta akan bangsa sendiri dan berjiwa nasionalisme
3.  Gambar  BINTANG, melambangkan bahwa pengurus MPK SMAN 2 Muara Beliti beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4.  Gambar PADI DAN KAPAS, melambangkan pengurus MPK SMAN 2 Muara Beliti adil dan sejahtera, baik di dalam maupun di luar lingkungan SMAN 2 Muara Beliti.
5.  Gambar LOGO OSIS, melambangkan bahwa OSIS merupakan wadah atau naungan bagi setiap organisasi dan ekstrakulikuler di SMAN 2 Muara Beliti.
6.  Gambar BUKU, melambangkan pengurus MPK SMAN 2 Muara Beliti tidak terlepas dari kewajiban sebagai pelajar, yaitu menuntut ilmu demi masa depan yang cemerlang.
7. Gambar RANTAI, melambangkan bahwa MPK SMAN 2 Muara Beliti tidak dapat terpisahkan dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan karena pengurus MPK SMAN 2 Muara Beliti terdiri dari siswa/siswi yang berbeda kelas.
8. Tulisan SMAN 2 MUARA BELITI,  melambangkan organisasi MPK ini berada dalam naungan sekolah, senantiasa akan menjaga nama baik sekolah ,mendukung visi dan misi sekolah, serta patuh terhadap peraturan / tata tertib disekolah.
---
Oleh :
Apriliansyah | 26 Mei 2014

APRILIANSYAH | SEJARAH HIMITEKINDO


HIMITEKINDO merupakan organisasi yang menghimpun mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan yang ada di Indonesia. Keinginan untuk menyatukan diri ini karena adanya kesadaran potensi yang perlu digali dan ditumbuh kembangkan dalam upaya mewujudkan masyaraakat adil dan makmur, yakni bidang kelautan.

Tepatnya di Pare-pare, pada tanggal 24 September 1992 saat acara “Temu Mahasiswa Kelautan Se-Indonesia” yang dihadiri oleh 8 institusi yaitu Unhas sebagi tuan rumah, Undip Semarang, UHT Surabaya, IPB Bogor, Unsrat Manado, Unri Pekanbaru, Institute Teknologi 10 Nopember Surabaya, dan Umpati Ambon.

Pada tanggal 27 – 30 Agustus 1993 di Gedung Salahutu Akademi Angkatan Laut Surabaya dilaksanakan Pra-Musyawarah Nasional HIMITEKINDO, Pra-munas ini dilaksanakan oleh UHT Surabaya (sebagai panitia pelaksana), AAL Surabaya, UNHAS, UNDIP, IPB, UNRI, UNSRAT, dan UNSADA untuk pertama kali melakukan MUNAS di Teluk Awur Jepara-Jawa Tengah dengan Undip selaku tuan rumah.

Di munas pertama itulah, tepatnya tanggal 3 September 1993 disahkanlah  HIMITEKINDO, yang kemudian bersifat keilmuan dan keprofesian yang mengutamakan kepentingan mahasiswa ilmu dan teknologi kelautan indonesia, serta bertujuan menggalang kerjasama yang dinamiskonstruktif, untuk meningkatkan mutu mahasiwa ilmu dan teknologi kelautan di bidang kelautan guna mewujudkan pembangunan nasional secara menyeluruh.

HIMITEKINDO sendiri telah mendapat pengakuan dan dikukuhkan lewat keputusan dirjen dikti NO. 592/DIKTI/KEP/1993. Dalam struktur organisasinya, badan pelaksana sebagai lembaga eksekutif dipimpin oleh sekretaris jenderal dan dibantu oleh dewan pengurus harian, sebagai pelindung Himitekindo adalah Menteri Riset dan Teknologi RI.

APRILIANSYAH | Cara Menggerakkan Judul Blog

APRILIANSYAH.ID | Rasanya tak puas dari hari untuk terus berkarya demi keindahan dan modifikasi blog, kini aku temui cara ini dari teman, semoga ada hikmahnya:

Untuk menggerakan indahnya blog anda dengan tulisan bergerak dalam searah serta kembali terus menerus seperti geraknya di tab atas blog ini, yaitu:

1. Seperti biasa masuk blog -> Desbor -> Rancangan -> edit hTML lalu
2. jika setelah buka cari kode <head> paling atas, jika lebih dari satu kode seperti itu.
3. Simpan kode dibawah ini:


<script language='JavaScript'>
var txt=" :: APRILIANSYAH MUSI RAWAS ";
var kecepatan=80;var segarkan=null;function bergerak() { document.title=txt 
txt=txt.substring(1,txt.length)+txt.charAt(0);
segarkan=setTimeout("bergerak()",kecepatan);}bergerak();
</script>



Cara simpannya tepat dibawah kode <head>

4. Perhatikan tulisan " :: APRILIANSYAH MUSI RAWAS " ganti dengan tulisan yang anda inginkan.

5. Setelah itu save / simpan HTML, lihat hasinya,

Semoga sukses !

APRILIANSYAH | Cara Ta’aruf yang Benar

Cara Ta’aruf yang Benar

Bagaimana cara ta’aruf yg sesuai syar’i. terima kasih…
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Ta’aruf [التعارف] secara bahasa dari kata ta’arafa – yata’arafu [تعارف – يتعارف], yang artinya saling mengenal. Kata ini ada dalam al-Quran, tepatnya di surat al-Hujurat,
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu) …” (QS. al-Hujurat: 13).
Ketika manusia itu berbeda-beda, mereka bisa saling kenal… ini ciri orang Melayu, ini orang Arab, ini ciri orang Cina, ini orang Eropa, dst. Anda semua ciri manusia sama, tentu kita tidak bisa saling kenal seperti ini.
Diambil dari makna bahasa di atas, ta’aruf antara lelaki dan wanita yang hendak menikah, berarti saling kenalan sebelum menuju jenjang pernikahan.
Sebelumnya ada 3 hal yang perlu dibedakan,
[1] Ta’aruf: saling perkenalan. Dan umumnya dilakukan sebelum khitbah
[2] Khitbah: meminang atau lamaran, menawarkan diri untuk menikah
Khitbah, ada yang disampaikan terang-terangan dan ada yang disampaikan dalam bentuk isyarat.
  1. Khitbah secara terang-terangan, misalnya dengan menyatakan, “Jika berkenan, saya ingin menjadikan anda sebagai pendamping saya..” atau yang bentuknya pertanyaan, “Apakah anda bersedia untuk menjadi pendamping saya?”
  2. Khitbah dalam bentuk isyarat, misalnya dengan mengatakan, “Sudah lama aku mendambakan wanita yang memiliki banyak kelebihan seperti kamu…” atau kalimat semisalnya, meskipun bisa jadi ada kesan menggombal…
Allah berfirman,
وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ
Tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. (QS. Al-Baqarah: 235)
Berdasarkan ayat di atas, bagi wanita yang sedang menjalani masa iddah, tidak boleh dilamar dengan kalimat terang-terangan.
[3] Nadzar: melihat calon pasangan.
Biasanya ini dilakukan ketika ta’aruf atau ketika melamar.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ
“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika dia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” (HR. Ahmad 3/334, Abu Dawud  2082 dan dihasankan al-Albani).

Bagaimana Cara Ta’aruf yang Benar?

Tidak ada cara khusus dalam masalah ta’aruf. Intinya bagaimana seseorang bisa menggali data calon pasangannya, tanpa melanggar aturan syariat maupun adat masyarakat. Hanya saja, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan terkait ta’aruf,
[1] Sebelum terjadi akad nikah, kedua calon pasangan, baik lelaki maupun wanita, statusnya adalah orang lain. Sama sekali tidak ada hubungan kemahraman. Sehingga berlaku aturan lelaki dan wanita yang bukan mahram.
Mereka tidak diperkenankan untuk berdua-an, saling bercengkrama, dst. Baik secara langsung atau melalui media lainnya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syu’aib al-Arnauth).
Setan menjadi pihak ketiga, tentu bukan karena ingin merebut calon pasangan anda. Namun mereka hendak menjerumuskan manusia ke maksiat yang lebih parah.
[2] Luruskan niat, bahwa anda ta’aruf betul-betul karena ada i’tikad baik, yaitu ingin menikah.  Bukan karena ingin koleksi kenalan, atau cicip-cicip, dan semua gelagat tidak serius. Membuka peluang, untuk memberi harapan palsu kepada orang lain. Tindakan ini termasuk sikap mempermainkan orang lain, dan bisa termasuk kedzaliman.
Sebagaimana dirinya tidak ingin disikapi seperti itu, maka jangan sikapi orang lain seperti itu.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Kalian tidak akan beriman sampai kalian menyukai sikap baik untuk saudaranya, sebagaimana dia ingin disikapi baik yang sama. (HR. Bukhari & Muslim)
[3] Menggali data pribadi, bisa melalui tukar biodata
Masing-masing bisa saling menceritakan biografinya secara tertulis. Sehingga tidak harus melakukan pertemuan untuk saling cerita. Tulisan mewakili lisan. Meskipun tidak semuanya harus dibuka. Ada bagian yang perlu terus terang, terutama terkait data yang diperlukan untuk kelangsungan keluarga, dan ada yang tidak harus diketahui orang lain.
Jika ada keterangan dan data tambahan yang dibutuhkan, sebaiknya tidak berkomunikasi langsung, tapi bisa melalui pihak ketiga, seperti kakak lelakinya atau orang tuanya.
[4] Setelah ta’aruf diterima, bisa jadi mereka belum bertemu, karena hanya tukar biografi. Karena itu, bisa dilanjutkan dengan nadzar.
Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan,
“Suatu ketika aku berada di sisi Nabi shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang lelaki. Dia ingin menikahi wanita Anshar. Lantas Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya,
“Apakah engkau sudah melihatnya?”
Jawabnya,  “Belum.”
Lalu beliau memerintahkan,
انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihatlah wanita itu, agar cinta kalian lebih langgeng.” (HR. Turmudzi 1087, Ibnu Majah 1865 dan dihasankan al-Albani)
Nadzar bisa dilakukan dengan cara datang ke rumah calon pengantin wanita, sekaligus menghadap langsung orang tuanya.
[5] Dibolehkan memberikan hadiah ketika proses ta’aruf
Hadiah sebelum pernikahan, hanya boleh dimiliki oleh wanita, calon istri dan bukan keluarganya.
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا كَانَ مِنْ صَدَاقٍ أَوْ حِبَاءٍ أَوْ عدةٍ قَبْلَ عِصْمَةِ النِّكَاحِ فَهُوَ لَهَا وَمَا كَانَ بَعْدَ عِصْمَةِ النِّكَاحِ فَهُوَ لِمَنْ أُعْطِيَهُ أَوْ حُبِىَ
“Semua mahar, pemberian  dan janji sebelum akad nikah itu milik penganten wanita. Lain halnya dengan pemberian setelah akad nikah, itu semua milik orang yang diberi” (HR. Abu Daud 2129)
Jika berlanjut menikah, maka hadiah menjadi hak pengantin wanita. Jika nikah dibatalkan, hadiah bisa dikembalikan. Selengkapnya anda bisa pelajari ini: Nikah Batal, Nikah Tunangan Wajib Dikembalikan? 
Demikian, Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

APRILIANSYAH | LAPORAN FIELD STUDY ILMU KELAUTAN UNIB 2016


MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari PraktekLaut-Praktek Kerja Lapang (PL-PKL) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik identifikasi penyakit dengan metode PCR pada udang Vannamei sesuai prosedur tindakan Laboratorium Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamananan Hasil Perikanan Provinsi Bengkulu.


Selengkapnya download disini.

APRILIANSYAH | ANALISIS PARAMETER OSEANOGRAFI DAN LINGKUNGAN EKOWISATA PANTAI DI PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU

ANALISIS PARAMETER OSEANOGRAFI DAN LINGKUNGAN EKOWISATA PANTAI DI PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU


Apriliansyah Apriliansyah, Dewi Purnama, Yar Johan, Person Pesona Renta

ABSTRACT




Ekowisata pantai adalah kegiatan ekowisata yang dilakukan di daerah pantai pada umumnya memanfaatkan sumberdaya pantai dan permukaan air. Pantai Panjang Kota Bengkulu merupakan pantai yang terdapat di bagian barat Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai Panjang yang membentang sepanjang 7 km dengan luas 84,09 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter oseanografi dan lingkungan ekowisata pantai di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian ini diperoleh sebaran parameter oseanografi dan lingkungan dalam kondisi mendukung untuk kegiatan ekowisata pantai. Parameter-parameter tersebut yaitu tipe pantai, lebar pantai (m), material dasar perairan, kecepatan arus, kecerahan perairan (%), penutupan lahan pantai, biota berbahaya, ketersediaan air tawar (m) dan kedalaman perairan (cm).

FULL TEXT:

REFERENCES




Armos, N. H. 2013. Studi kesesuaian Lahan Pantai Ekowisata Boe Desa Mappakalompo Kecamatan Galesong Ditinjau Berdasarkan Biogeofisik. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Bengen, D. G. 2002. Sinopsis Ekosistem Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya, Bogor. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Bjork, P. 2000. Ecotourism from a conceptual perspective, an extended definition of a unique tourism form. International Journal of Tourism Research 2:189-202.
Budiyono, D., dan Soelistyari, H.T. 2016. Evaluasi Kualitas Visual Lanskap Ekowisata Pantai Balembang di Desa Srigonco Kabupaten Malang. Jurnal Lanskap Indonesia 8 (2) : 80-90.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius, Yogyakarta.
Fadrika, T. M., Rahmawaty, dan Harahap, Z. A. 2015. Kajian Potensi Untuk Ekowisata Di Pantai Lestari Indah Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine 7 (2): 1-13.
Handayawati, H. 2010. Potensi Wisata Alam Pantai-Bahari. PM PSLP PPSUB.
Hazeri, G. 2014. Studi Kesesuaian Pantai Laguna Desa Merpas Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Sebagai Daerah Pengembangan Pariwisata dan Konservasi. Skripsi.Fakulatas Pertanian. Universitas Bengkulu, Bengkulu. (tidak dipublikasikan).
Isnaini, A. 2011. Penilaian Kualitas Air dan Kajian Potensi Situ Salam Sebagai Ekowisata Air di Universitas Indonesia Depok. Skripsi. Pascasarjana FMIPA. Universitas Indonesia, Depok.
Lelloltery, H., Pujiatmoko, S., Fandelli, C., dan Baiquni, M. 2016. Pengembangan Ekowisata Berbasis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Pantai (Studi Kasus Pulau Marsegu Kabupaten Seram Bagian Barat). Jurnal Budidaya Pertanian 12 (1) : 25-33.
Margomgom, J. T., Sutrisno, A., dan Hartuti, P. 2013. Kajian Kualitas Lingkungan dan Kesesuaian Wisata Pantai Tanjung Pesona Kabupaten Bangka. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 356-362.
Menteri Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Kemnaker dan BPS, Jakarta.
Nugraha, H. P., Indarjo, A., dan Helmi, M. 2013. Studi Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan untuk Rekreasi Pantai di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Journal of Marine Research 2 (2) : 130-139.
Nybakken, J. W. 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia, Jakarta.
Pratesthi, P. D. A, Frida P., dan Siti R. 2016. Studi Kesesuaian Wisata Pantai Nglambor Sebagai Objek Rekreasi Pantai Di Kabupaten Gunung Kidul. Management of Aquatic Resources 5 (4) : 433-442.
Senoaji, G., dan M. F. Hidayat. 2019. Peranan Ekosistem Mangrove di Pesisir Kota Bengkulu dalamMitigasi Pemanasan Global Melalui Penyimpanan Karbon. J. Manusia dan Lingkungan 23 (3) : 327-333.
Sudarto, Y. 1993. Budidaya Waluh. Kanisius, Yogyakarta.
Susana, T. 2009. Tingkat Keasaman (pH) dan Oksigen Terlarut Sebagai Indikator Kualitas Perairan Sekitar Muara Sungai Cisadane. Jurnal Teknologi Lingkungan. LIPI, Jakarta.
Wabang, I. L., Yulianda, F., dan Adisusanto, H. 2017.Kajian karakteristik tipologi pantai untuk pengembangan ekowisata rekreasi pantai di Suka Alam Perairan Selat Pantar Kabupaten Alor. Jurnal Albacore 1 (2) :199-209.
Yulianda F. 2007. Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan SumberdayaPesisir Berbasis Konservasi.Makalah Seminar Sains pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor.
Yulianda, F. A. Fahrudin, A. A. Hutabarat, S. Harteti, Kusharjani dan Kang, S. H. 2010. Pengelolaan Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Pusdiklat Kehutanan Departemen Kehutanan RI, Jawa Barat.
Yusthisar, M., I. Pratikto, dan Koesoemadji. 2012. Tinjauan Parameter Fisik Pantai Mangkang Kulon Untuk Kesesuaian Pariwisata Pantai di Kota Semarang. Journal of Marine Research 1 (2) : 8-16.